Ini adalah pengalaman yang benar-benar terjadi, dan yang mengalaminya adalah aku sendiri.Kejadiannya pada hari Sabtu 24 Maret 2012, atau baru saja aku alami tadi.
Hari ini entah mengapa aku ingin wifian di Perpus ITS, padahal biasanya jarang, lebih sering wifian di jurusan atau pake modem dikosan. Lalu aku berangkat ke perpus siang hari sekitar setengah 1 siang, atau setelah Sholat Dhuhur.
Setibanya disana, perpus sepi tidak seperti biasanya, mungkin karena libur hari jadi perpus sepi, karena biasanya walau Sabtu tapi tetep banyak anak di perpus.
Aku sendiri wifian di tempat 24 jam (yang anak ITS pasti tahu tempatnya), nah disitupun hanya ada 4 orang, jadinya 5 sama aku. Nah berhubung sepi, speed internetnya jadi kenceng, akhirnya karena keasyikan jadi lupa waktu, tahu-tahu sudah jam 5 sore.
Waktu itu hanya tinggal 2 orang, aku dan seorang laki-laki, tempat duduk kami agak jauhan, aku dket jendela dan laki-laki tersebut deket papan tulis.
Tidak seperti biasanya, lampu ruangan tersebut tidak dinyalakan, entah sengaja atau rusak aku gak tahu, ditambah lagi diluar lagi mendung, jadi ruangan tersebut jadi makin gelap.
Saat lagi asik download, kira-kira jam 6 kurang tiba-tiba aku mencium bau anyir. Pertamanya sih tidak terlalu terasa, namun lama-lama baunya makin menyengat. Aku kaget, lalu aku bertanya pada laki-laki yang juga lagi asik wifian ,
"Mas, sampeyan nyium sesuatu ndak",tanyaku.
"Endak tuh,emang nyium apa?" dia bertanya.
"Bau anyir gitu mas" jawabku.
"Endak tuh,aku ndak nyium" jawabnya,lalu kemudian dia kembali terpaku ke laptopnya.
Aku jadi deg-degan, ternyata hanya aku yang mencium bau tersebut, sempat sesaat berfikir yang tidak-tidak, namun aku segera mengusirnya, mungkin bau angin, begitu fikirku. Kemudian aku lanjutkan wifian.
Setelah agak lama, bau tersebut berangsur-angsur menghilang,aku jadi lega. Namun kemudian laki-laki yang tadi berkataa kepadaku.
"Mas iya nih, saya juga nyium bau anyir" katanya.
"Lo iya ta mas ?" kataku,
"iya mas" seketika pula,aku mencium lagi bau anyir tersebut, aku jadi semakin tegang, ditambah lagi ruangan tersebut semakin gelap karena sudah jam 6 lebih.
Karena takut,kami berdua langsung beres-beres dan bergegas pulang.
Mungkin penghuninya mengingatkan kami, karena kami tadi gak Sholat Magrib karena keasyikan wifian..
Bagus Arifin
Teknik Perkapalan 2010

Kalau lampunya mati, mungkin bisa minta bantuan petugas perpustakaan mas
BalasHapuswah kebetulan ga ada petugasnya waktu itu,,,,hehe
BalasHapus